Eskalasi Konflik Timur Tengah, Komisi VIII DPR Desak Langkah Darurat Lindungi Ribuan Jemaah Umrah

JakCityNews (Jakarta) — Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanul Haq (Kiai Maman), mendesak Pemerintah RI melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di wilayah Timur Tengah untuk segera mengambil langkah darurat menyusul eskalasi konflik pascaserangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Konflik tersebut memicu penutupan wilayah udara dan menyebabkan ribuan jemaah umrah asal Indonesia tertahan di berbagai bandara transit.
Kiai Maman menegaskan bahwa keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) harus menjadi prioritas absolut di tengah ketidakpastian geopolitik yang mengganggu jalur penerbangan menuju Arab Saudi maupun rute pulang ke tanah air.
“Kami sangat prihatin dengan dampak langsung yang dirasakan jemaah umrah Indonesia. Negara wajib hadir memastikan mereka dalam kondisi aman, mendapatkan logistik yang cukup, serta kepastian informasi,” tegas Legislator dari Fraksi PKB tersebut dalam keterangan tertulisnya, Minggu (1/3).
Menyikapi krisis ini, Kiai Maman meminta koordinasi intensif antara Kementerian Luar Negeri, Kementerian Agama, dan Kementerian Perhubungan untuk menyusun skema mitigasi konkret, yang meliputi tiga aspek.
Pertama, Pendataan Akurat: Melakukan verifikasi jumlah dan lokasi jemaah yang terdampak di berbagai titik transit. Kedua, Pengalihan Rute & Akomodasi: Menyusun skema penerbangan alternatif dan menyediakan tempat tinggal sementara yang layak bagi jemaah yang telantar. Ketiga, Kepastian Pemulangan: Menyiapkan skenario evakuasi atau pemulangan yang aman jika situasi memungkinkan.
Untuk mencegah kepanikan keluarga di tanah air, Kiai Maman menekankan pentingnya pusat informasi resmi satu pintu. Pemerintah diminta aktif memberikan pembaruan (update) berkala guna menangkal hoaks dan informasi simpang siur di media sosial.
“Jangan sampai jemaah dibiarkan tanpa kepastian. Penyelenggara travel umrah juga harus aktif berkoordinasi dengan KBRI untuk memastikan pendampingan jemaah di lapangan,” tambahnya.
Kiai Maman mengimbau seluruh jemaah untuk tetap tenang dan mengikuti instruksi otoritas setempat serta perwakilan RI. Komisi VIII DPR RI berkomitmen untuk terus mengawal situasi ini hingga seluruh jemaah dipastikan kembali ke tanah air dengan selamat. (Tim)
