DPR : Penutupan Selat Hormuz Ancaman Serius Ketahanan Energi Nasional

JakCityNews (Jakarta)–Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Amelia Anggraini, memberikan peringatan keras terkait eskalasi situasi di Selat Hormuz. Ia menilai potensi penutupan jalur pelayaran tersebut merupakan ancaman serius bagi stabilitas ekonomi global dan ketahanan energi nasional yang harus diantisipasi secara matang oleh Pemerintah Indonesia.
Amelia menekankan bahwa Selat Hormuz adalah urat nadi energi dunia, di mana data Energy Information Administration (EIA) menunjukkan sekitar 20 persen pasokan minyak global melintasi kawasan tersebut setiap harinya. Gangguan pada jalur ini dipastikan akan memicu volatilitas harga minyak mentah dunia.
“Penutupan Selat Hormuz bukan isu regional semata, tetapi berdampak luas pada rantai pasok energi dunia. Pemerintah harus bersiap menghadapi segala kemungkinan,” ujar Amelia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Sebagai negara net importir minyak, Amelia mengingatkan bahwa Indonesia sangat rentan terhadap lonjakan harga minyak global. Kenaikan harga tersebut berisiko meningkatkan beban subsidi energi, menekan APBN, mengganggu stabilitas nilai tukar rupiah, hingga memicu inflasi domestik yang membebani masyarakat.
“Kondisi ini harus diantisipasi sejak dini agar tidak memberikan tekanan berlebihan terhadap fiskal negara dan daya beli masyarakat, ” tegas Amelia.
Menanggapi meningkatnya tensi konflik di kawasan produsen minyak yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi global, Amelia mendorong Pemerintah Indonesia untuk segera mengambil langkah antisipatif guna memitigasi dampak fiskal dan moneter di dalam negeri.
Amelia menekankan bahwa situasi ini memerlukan respons yang terukur dan strategis, bukan sekadar reaksi sesaat. Ia menggarisbawahi lima poin krusial yang harus menjadi prioritas pemerintah. Yakni Penguatan Koordinasi Lintas Sektor, Ketahanan Cadangan Energi, Diversifikasi Pasokan dan Rute, Skenario Kontinjensi APBN dan Diplomasi Aktif:
“Situasi ini tidak boleh direspons secara reaktif. Pemerintah harus memiliki peta jalan yang jelas untuk melindungi ekonomi nasional dan memastikan kedaulatan energi kita tetap kokoh di masa sulit, ” tegas Amelia. (Tim)
