Selly Gantina: Mitigasi Risiko Haji 2026 Harus Transparan

Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina (Foto : Biro Pemberitaan Parlemen)

JakCityNews (Jakarta) — Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, menekankan pentingnya pemerintah menyiapkan skenario darurat yang matang untuk penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Ia menyoroti perlunya mitigasi risiko, terutama terkait potensi perubahan rute penerbangan yang berdampak pada biaya operasional.

“Keselamatan jemaah adalah prioritas, namun perencanaan keuangan harus integral dalam mitigasi risiko. Perubahan rute pasti berdampak pada BPIH, sehingga penyesuaian anggaran harus dibahas transparan dan komprehensif antara Kemenag dan DPR,” tegas Selly dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (14/3/2026).

Politikus Fraksi PDI Perjuangan ini mengapresiasi pendekatan prudential (kehati-hatian) pemerintah, namun menegaskan bahwa aspek keuangan tidak boleh tertinggal agar kebijakan yang diambil tetap efektif tanpa mengabaikan faktor anggaran.

Selly menekankan dua poin krusial dalam persiapannya. Pertama, skenario alternatif. Yakni Pemerintah melalui Kementerian Agama wajib menyiapkan rute penerbangan cadangan sebagai antisipasi situasi darurat demi menjamin keselamatan jemaah.

Kedua, transparansi Keuangan.Setiap perubahan rute akan mengubah struktur pembiayaan. Oleh karena itu, penyesuaian Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) harus dibahas secara mendalam dan transparan antara Pemerintah dan DPR RI.

Politisi ini berharap seluruh mitigasi risiko dibarengi dengan kesiapan anggaran yang komprehensif agar kebijakan yang diambil tetap akuntabel dan tidak merugikan jemaah maupun penyelenggara.

“Prinsip keselamatan jemaah adalah prioritas utama dengan pendekatan kehati-hatian. Namun, aspek perencanaan keuangan tidak boleh tertinggal. Jangan sampai kita bicara keselamatan, tapi anggarannya tidak diperhatikan secara integral,” tegas Selly.(Nes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.